Batu tak selunak Tali
Masih dengan lanjutan cerita tentang gadis kecil yang gemar minum susu kotak. Oh ya teman-teman lama ya saya tidak menulis lagi tentang cerita ini. Sempat sih banyak orang-orang yang menanyakan perihal lanjutan kisah si gadis kecil yang gemar minum susu kotak. Pada cerita terakhir mengulas tentang Batu pengikat hati. Oleh karena itu pada kesempatan ini saya akan sedikit berbagi cerita tentang lanjutan kisah itu. Cerita ini saya beri judul Batu tak selunak tali.
Yah memang pada dasarnya secara logika dan kasat mata bahwa memang Batu adalah benda yang keras dan tak lunak. Namun bagaimana ceritanya pada kisah sebelumnya ia mampu menjadi pengikat hati? Bukankah ia adalah benda yang keras? Hal itu memang benar teman-teman, secara visual Batu memang terlihat keras bahkan secara logika tak masuk akal jika Batu bisa digunakan untuk mengikat. Tapi beda halnya dengan empat Batu kemarin yang mampu mengikat dua hati sekaligus. Seperti pada cerita sebelumnya bahwa Batu itu saya katakan sebagai pengikat dua hati karena memang saat itu cinta merubah segalanya, hal yang tak masuk akal sekalipun bisa dijadikan kebenaran. Dari hal-hal seperti itu kita bisa mempelajari bahwa kekuatan terbesar seorang insan terletak pada hatinya. Karena dari situlah melahirkan segalanya baik kekuatan, semangat, bahkan rasa cinta sehingga bisa menciptakan hal-hal besar termasuk mengubah Batu yang pada dasarnya adalah benda keras bisa menjadi pengikat dua hati.
Oh iya, kemarin ada sebagian teman-teman juga menanyakan bagaimana dengan kelanjutan Batu itu? Apa masih ada baru seperti itu?
Yah maaf yaa untuk yang bertanya kemarin tak bisa saya jawab secara langsung. Nih saya jawab melalui tulisan ini saja. Batu itu masih ada, dia masih berjumlah empat. Hanya saja ia sudah terbagi dua, di satu sisi dua Batu ada yang masih berusaha untuk dilunakkan sementara disisi lain ada Batu yang kembali mengeras Sehingga Batu tersebut tak lagi mampu untuk mengikat.
Tapi maaf yaa buat teman-teman alasan Batu itu mengeras tak bisa saya ceritakan di blog ini. Cukup kalian tahu bahwa Batu itu tak lagi melunak atau mungkin memang pernah lunak. Yah hanya Tuhan dan dia yang tahu. Tapi setelah saya dapat info mengenai Batu itu ternyata Batu itu masih tersimpan rapi pada tempatnya.
Sekarang saya hanya bisa berharap semoga Batu itu bisa kembali melunak agar semua rintisan kasih sayang yang sempat terencana kan bisa terwujud. Mungkin dia masih menelusuri tentang isi dunia karena mengingat dunia ini terlalu luas dan indah makanya perlu dinikmati.
Sementara bagiku dunia tak menyediakan kebahagiaan ataupun keindahan melainkan kita sendiri yang menciptakan.
Lakukan segala sesuatu dengan tulus dan ikhlas sebab kebahagiaan selalu bersama mereka dan jangan lupa pula saudaranya yaitu syukur.
#Salam perjuangan
~Tyd_1601~
Komentar
Posting Komentar