Tentang Rasa
Spesifikasi rasa dalam artian cinta dan sayang merupakan anugerah terindah yang Tuhan berikan kepada hambanya. Kebahagiaan yang hakiki ialah rasa yang sampai pada tujuannya. Rasa selalu memberikan kita kebahagiaan namun terkadang juga memberikan kita luka yang begitu dalam. semua tergantung bagaimana cara kita untuk mengelola rasa itu. Mengelola bukanlah semata-mata mengatur rasa yang ada dalam diri kita agar bisa dikendalikan dengan baik, namun bagaimana cara kita menunjukan kepadanya tentang apa yang kita rasakan. Sebab esensi dari rasa ialah mencari tempat untuk ia bisa berlabuh. Sama halnya dengan kisah si gadis kecilku yang hilang beberapa minggu lalu yang membuat rasa dalam diri ini seakan memberontak tak sanggup menerima semua ini. Ia terlalu ambisi untuk mempertahankan pelabuhan itu, sementara hal yang ia harapkan terlanjur pergi. Berbagai cara pemberontakan yang ia lakukan termasuk membuat raga ini seakan terpaku terdiam kaku. Seiring berjalannya waktu diri ini menyadari bahwa makna dari pemberontakan itu bukanlah karena ia ambisi untuk mempertahankan tempat berlabuhnya itu, namun tentang penyesalannya pada diri ini yang terkadang putus asa untuk menunjukannya pada si gadis kecil itu hingga lahirlah tulisan TAK ADA BUKAN BERARTI HILANG. Bentuk putus asa itu bukan karena tak lagi ingin menunjukkan rasa ini melainkan memberikan ruang untuk dia lebih bahagia, dan ternyata semua itu salah. Rasa yang ku miliki ternyata benar, ia haruslah diperjuangkan dan persepsi ku tentang memberikan ruang untuknya agar lebih bahagia lagi itu keliru karena permasalahannya bukan tentang ketidak nyamanan melainkan tentang rasa yang kurang pemaknaan entah itu dalam diriku maupun dalam dirinya. Bentuk kegagalanku ialah tak mampu membuat ia yakin tentang apa yang ia rasakan sehingga mengambil tindakan itu. Hal itulah yang mendorong diriku untuk bisa menujukkan rasa ini dan meyakinkan apa yang ia rasakan, dan ternyata semua benar. Ia bukan sengaja pergi, namun memang sulit baginya untuk memahami arti terdalam dari apa yang ia rasakan. Hingga suatu ketika terjadilah perbincangan lanjutan pembahasan tentang si merah jambu ini dan semua terjawab saat itu. Akhirnya harapanku terkabulkan, namun hatiku masih saja berontak tapi kali ini pemberontakannya sangatlah berbeda karena bukan tentang rasa kecewa melainkan rasa bahagia karena ia yang dulu pergi kini telah kembali lagi. Semoga kejadian kemarin menjadi kali pertama dan terakhir agar tak ada lagi rasa yang berontak karena persoalan pelabuhan yang hilang. Semoga ia takkan pergi lagi sebab jaminan bahagianya selalu tersedia dalam diri ini.
#membaca buku kedua kalinya tak sebagus membaca buku pertama kali. Yah memang begitulah pada hakekatnya. namun, hal ini bukan persoalan tentang berapa kali membacanya, karena jika diibaratkan pada buku maka inilah bukbuku yang tak ada edisi akhirnya sebab rasa yang tulus tak ada batas waktunya😊
Komentar
Posting Komentar