Batu Pengikat Hati
Tentang Batu yang menjadi simbol pengikat dua hati yang sempat terpisahkan. tulisan ini masih merupakan bagian dari kisah si gadis kecilku yang gemar minum susu kotak.
Kisah 28 april 2019 menjadi suatu momen yang begitu berarti dalam hidupku. Salah satu harapanku terpenuhi, dan kurasa saat itu Tuhan begitu baik padaku setelah beberapa saat lalu ia mengujiku dengan rasa sedih yang begitu dalam. Tak kusangka malam itu menjadi malam yang membuat diriku begitu bahagia, ketika Tuhan berikan aku kesempatan untuk bisa bersama lagi dengannya. Terlebih lagi bukan hanya sekedar bersama melainkan menghabiskan malam minggu yang indah dengan memandangi lautan luas dan mendengarkan irama ombak serta hembusan angin yang seakan menjadi pelengkap kebahagiaan malam itu. Malam itu ku lihat ia mengambil empat buah batu yang berada di pesisir pantai tempat kami duduk kemudian memainkannya. Aku merasa senang melihat si gadis kecilku dengan begitu bahagianya memainkan Batu itu. Berbagai aktivitas yang kami lakukan malam itu dengan penuh kebahagiaan hingga tepat pada pukul tiga dini hari si gadis kecil memutuskan untuk istirahat. Ku lihat begitu mengantuknya dirinya sehingga aku tak tega untuk menahannya agar bersamaku menunggu fajar terbit. Sebenarnya aku berharap malam itu kami bisa menghabiskan waktu bersama hingga terbit fajar dan menyaksikan matahari terbit dengan penuh keindahan, namun apalah daya si gadis kecilku diserang oleh rasa Ngantuk sehingga membuatnya memutuskan untuk tidur. Namun ku rasa lagi-lagi Tuhan begitu baik padaku, rasa bahagia dalam diriku seakan berlipat ganda ketika menyaksikan si gadis kecilku begitu lelap dalam tidurnya. Bagaimana tidak, tidur merupakan aktivitas terbaik untuk memulihkan seluruh tenaga yang kita keluarkan pada aktivitas sebelumnya, dan pada proses istirahatnya itu akulah yang menjaganya dan menyaksikan begitu lelapnya dirinya sampai aku merasa tak tega untuk membangunkan dirinya di pagi hari. Berselang beberapa waktu akupun mulai diserang rasa ngantuk hingga pada pukul 4:30 aku tertidur tanpa aku sadari. Setelah aku terbangun rasa bersalahpun seakan menyelimuti diriku, kenapa harus tertidur disaat seperti itu. Harusnya aku bertahan hingga si gadis kecilku terbangun dengan sendirinya. Setelah aku terbangun, tak lama kemudian si gadis kecilkupun ikut terbangun. Anehnya, hal yang pertama kali ia cari ialah Batu ia ambil di pesisir pantai itu. Untunglah Batu itu masih ada dan masih berjumlah 4. Setelah Batu ia dapatkan kemudian ia memberikan padaku dua buah batu dan dua lainnya untuk dirinya kemudian ia berpesan agar aku menjaga Batu itu. Yah memang terlihat sederhana namun baginya bukan pada konteks batunya itu melainkan tentang tanggung jawab dan kepercayaan.
Setelah pembagian Batu itu, kamipun melanjutkan dengan kegiatan lainnya mulai dari lempar batu ke laut, senam pagi, mandi ramai-ramai hingga penerimaan materi selanjutnya. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, kamipun bergegas pulang karena hari mulai sore. Sesampainya di rumah kami melanjutkan komunikasi melalui chat dan hal yang ia tanyakan di awal ialah keberadaan Batu itu. Kemudian aku berusaha untuk membuatnya sedikit khawatir dengan mengatakan padanya aku lupa menyimpan batu itu dimana. Tapi karena aku dan dirinya terikat untuk tidak saling berbohong maka aku segera mengatakan yang sebenarnya bahwa aku telah menyimpan batu itu di tempat yang aman. Bukan tidak percaya tapi memintaku untuk mengirimkan foto keberadaan batu itu. Aku segera mengambil batu itu kemudian ku foto dan ku kirim kepadanya. Setelah aku mengambil gambar batu itu, aku baru sadar ternyata batu menggambarkan antara diriku dan dirinya. Entah hal itu disengaja ataupun tidak yang jelas batu itu sangatlah menggambarkan antara aku dan si gadis kecilku itu. Tapi aku berpikir bahwa ini bukanlah hal yang di sengaja karena ia mengambil batu itu di tengah malam yang tentunya di selimuti oleh kegelapan. Untuk kejelasan mengenai batu itu menggambarkan antara diriku dan dirinya kurasa ia paham dengan maksudku ini. Sengaja aku tak menjelaskannya di tulisan ini karena hal itu tak perlu kalian tahu, yang jelas batu itu sangatlah berharga bagiku dan harapan terbesarku ialah bisa menjaga batu itu selamanya hingga maut memisahkan dan hanya akan tergantikan oleh satu batu yaitu batu nisan.
Seandainya saja Batu itu bisa tumbuh besar niscaya akan kujadikan Batu nisanku kelak agar Batu itu bisa abadi mendampingiku dan kuharap dia pun demikian. Sebab, bukan perkara Batu itu melainkan tentang amanat dan pesan yang tersirat di dalamnya.
#28 April 2019 momen yang takkan terlupakan
Komentar
Posting Komentar