Gadis kecil yang ternyata Dewasa

Pasca aku diusir dari ruang-ruang kebahagiaan yang beberapa bulan ini menjadi tempat terindah yang kurasakan,  aku mencoba untuk mengikhlaskan semuanya bukan karena perasaanku tak lagi sama, semuanya tak ada yang berubah tetapi melihat segala pertimbangan yang ada hingga aku memaksakan diri untuk melakukannya. 
Aku berusaha mengesampingkan ego dalam diriku dan juga berusaha mengerti apa yang dia rasakan.  Memang perih rasanya  tapi mau sampai kapan aku bersifat kekanak-kanakan.  Ia yang ku pandang sebagai gadis kecil harusnya bisa mendapatkan kebahagiaan yang ia inginkan.  Bertahan denganku hanya akan membuat beban hidupnya semakin berat.  Dan bodohnya diriku tak mampu menyadari itu sebelumnya. Aku merasa sangat bersalah karena melibatkan gadis kecilku ini dalam perkara si merah jambu yang akhirnya layu.  
Aku tak seharusnya datang dengan ribuan tawaran kebahagiaan yang pada akhirnya aku tak mampu untuk mewujudkan semua itu.  Rasa bersalah, tak Terima, sakit hati, dan juga kecewa semua bercampur aduk seakan bertengkar tak ada ujungnya.  Hal ini menggambarkan bahwa aku belumlah bisa bertingkah seperti orang dewasa pada umumnya. 
Kisah cinta yang kami lalui selalu menjadi hantu kenangan yang tak henti-hentinya datang mengganggu.  Mengenang masa-masa bersamanya hanya akan membuatku lebih sakit.  Ia yang sudah berusaha untuk menerimaku apa adanya,  memaksakan dirinya untuk menerima segala kekuranganku dan akhirnya pergi. 
Ada hal yang tak kusadari mengapa ia pergi.  Yang ada dalam pikiranku awalnya adalah dia adalah orang yang kejam,  pergi menyisakan luka yang dalam. Mungkin semua itu terjadi karena aku masih belum bisa menerima keadaan ini.  Tapi aku juga harus bisa memahami secara mendalam apa dasar dari semua ini. 
Ternyata ia yang ku anggap sebagai gadis kecil yang lugu berpikiran jauh lebih dewasa dari diriku.  Aku hanya terfokus pada ego moni dalam diriku tanpa memikirkan beberapa indikator yang menjadi landasan untuk dia memutuskan hal ini.  Meskipun aku tak tau pasti,  tapi ku yakin ada hal yang berat sehingga ia memutuskan hal ini.  
Semoga saja alasannya itu bukan karena menjaga diriku agar tidak terlalu sakit menanggapi tingkahnya, karena itu adalah hal yang tak ku inginkan.  Aku sudah terlalu terbiasa menanggapi hal seperti itu karena ku yakin untuk mendapatkan mutiara bukan dengan kita duduk dia di dalam rumah melainkan harus terjun ke laut yang dalam.  
Tapi ada hal yang tak kusadari bahwa gadisku sudah beranjak dewasa.  Dari setelah ia memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini dia tak berubah secara signifikan layaknya pasangan yang putus pada umumnya,  jangankan senyum melirik mantannya seakan enggan baginya. Tapi gadis kecilku berbeda,  ia masih selalu ada untukku,  yah memang sih seperti ada perbedaan dari yang sebelumnya tapi itu wajar karena ikatan kami tak seperti dulu lagi.  Aku malah merasa seperti belum bisa mengimbangi tingkat kedewasaannya,  aku masih sering kelihatan murung di depannya yang menggambarkan diriku belum bisa bangkit dari keadaan ini, sementara dia terlihat begitu kuatnya menghadapi keadaan ini.
Mungkin teman-teman berpikiran bahwa hal itu terjadi karena memang tak terselip rasa sayang dalam dirinya.  Akan tetapi melihat perjuangannya selama bertahan denganku,  aku merasa itu adalah persepsi yang salah.  Ia bukan tidak bersedih dengan keadaan ini tapi memang ia harus terlihat kuat agar aku menganggapnya sebagai wanita dewasa bukan lagi si gadis kecil.  
Meskipun begitu ia tetaplah si gadis kecil yang ku kenal, meskipun ku tahu bahwa dia sudah dewasa bahkan lebih dewasa dari diriku,  namun selamanya ia tetap akan menjadi gadis kecilku. Bukan karena berharap dia bisa kembali menjadi si gadis kecil yang ku kenal tapi aku masih terlalu dini untuk melupakan masa memanjakan dirinya. 
Tapi tak bisa ku pungkiri bahwa si gadis kecilku memang sudah dewasa.  Dan aku bahagia akan hal itu.  

Semoga saja dengan kedewasaannya ia bisa menentukan hal-hal yang bisa membuatnya bahagia dan aku meyakini hal itu.  

Dia orang baik dan pasti akan mendapatkan yang terbaik😊

Sampai sejauh ini harapanku masih sama dengan yang kemarin. 

Harapan ini akan selalu sama hingga ada hal besar yang membuatnya hancur😉

Komentar

Posting Komentar