Gadis kecil yang gemar minum susu kotak

Namaku Tri sud yayan Y.  Djadjali,  aku kerap disapa yayan.  Aku merupakan salah satu pelajar di Universitas Negeri Gorontalo Fakultas Pertanian Jurusan Agribisnis. Aku merupakan mahasiswa yang cenderung suka akan keramaian,  sesak rasanya jika sehari saja aku tak ada kegiatan,  bahkan masih sesak bagiku jika kegiatan itu hanya ku kerjakan sendiri.  Aku adalah orang  yang sangat suka bercanda oleh karena itu aku tidak suka akan kesunyian. 
Keseharianku di kampus ku isi dengan berorganisasi tetapi tidak melupakan tanggung jawabku sebagai pelajar yaitu harus fokus akademik juga. Di kampus ini aku dipertemukan dengan banyak teman baru,  mereka sangat baik dan juga hebat,  aku banyak belajar dari mereka.  
Aku adalah orang yang cenderung tidak memilih kawan.  Entah dia perempuan atau laki-laki kaya atau miskin baik atau buruk semuanya ku anggap teman. 
Berbagai tahapan kulewati selama berada di kampus ini. Aku ikut organisasi sebut saja HIMAGRI (Himpunan Mahasiswa Agribisnis).  Disini aku berusaha mengasah diri,  mengembangkan potensi yang kumiliki karena memang aku sudah dari SMK menyukai organisasi.  
Oh yaaa,  berbicara organisasi di SMK aku mau berbagai cerita pahit manisku berorganisasi di SMK.  Alhamdulillah aku ikut seluruh organisasi di sekolah,  masa labilku membuatku gagal berorganisasi di sekolah.  Semasa sekolah aku cenderung arogan sehingga banyak teman-teman yang menjauhiku. 
Aku yang suka akan keramaian merasakan sakit yang begitu dalam karena sebagian besar temanku menjauh.  Suatu ketika,  ada seorang senior yang mengatakan padaku, Yan kau tidak salah hanya saja kau belum bisa memanajemen waktumu dan juga emosimu,  jika kau ingin sukses dalam berorganisasi maka kau harus mengerti arti dari loyalitas dan totalitas. 
Seketika aku Tertunduk dan merenungi apa yang telah terjadi padaku selama ini. Mulai saat itu aku memutuskan untuk fokus pada satu organisasi saja.  Aku berpamitan pada teman-teman dan juga pembinaku.  Sekaligus memberikan surat pengunduran diri.  Semua organisasi ku tinggalkan hingga tersisa OSIS saja. 
Hari-hariku ku isi dengan belajar dan melaksanakan kegiatan di OSIS. Hingga suatu saat aku diberikan kesempatan untuk bisa menjadi seorang ketua dalam organisasi yang ku geluti. Setelah memegang Amanat itu seniorku kembali menasehatiku ia mengatakan bahwa menjadi pemimpin janganlah selalu memandang ke atas sebab kau takkan bisa melihat bawahanmu,  pandanglah kedepan agar kau bisa melihat apa yang di depan,  bawah dan atas.  
Akupun seketika mengiyakan apa yang dia sampaikan dan memohon arahan kedepannya. 
Hari-hariku di OSIS kulewati dengan bahagia banyak kegiatan yang ku ikuti dan bisa menambah wawasan ku. 
Suatu ketika aku diperhadapkan dengan kegiatan MOS (Masa orientasi siswa) Di penghujung kepengurusan ku.  Nah,  pada momentum ini awal dari kisah yang ingin ku ceritakan tanpa berbelit-belit ku katakan bahwa kisah tragis ku ialah masalah asmara.  Awal penerimaan siswa baru aku dipertemukan dengan sosok yang seperti tidak asing dalam mataku.  Sepertinya aku pernah melihatnya,  tapi dimana?  Wahhhh benar dia adalah gadis kecil yang sekampung denganku.  Tanpa kusadari dia sudah besar dan sekolah ditempat aku menuntut ilmu.  Saat itu ku merasa bahagia karena temanku sudah bertambah lagi.  Seiring berjalannya waktu hubungan pertemananku denganya terjalin dengan baik.  Dia ku ajak untuk bergabung di organisasi,  awalnya dia tidak terlalu tertarik namun pada akhirnya dia memutuskan untuk bergabung di organisasi kepramukaan.  Aku yang merupakan seniornya harus mendukung pilihannya meskipun awalnya aku berniat untuk mengajaknya bergabung diosis namun dia lebih memilih pramuka. 
Aku juga masih terhitung senang karena aku hanya keluar dari organisasi Dewan ambalan tapi masih dengan tingkatan bantara.  Sehingganya aku masih menjadi seniornya di pramuka. 
Seiring berjalannya waktu pertemananku dengannya kurasa semakin lengket saja,  hingga suatu saat rasa itupun hadir tanpa kusangka.  Aku bingung apa yang harus kulakukan.  Hingga suatu ketika aku dengar dia sudah menjalin hubungan dengan orang lain dan lebih parahnya lagi orang itu adalah sahabatku sendiri. 
Seketika aku merasa hancur,  entah kenapa tapi kurasa dunia begitu kejam.  Karena dia sudah bersama sahabat ku maka akupun harus menjaga jarak dengannya. 
Saat itu aku kembali menjadi seperti biasanya.  Hari-hari ku isi dengan belajar untuk mempersiapkan ujianku.  Hingga suatu ketika ku dengar dia sudah tidak lagi bersama sahabat ku itu.  Karena masih adanya rasaku untuknya maka aku mencoba untuk membangun pertemanan dengannya lagi.  Hingga pada suatu saat aku memberanikan diri untuk mengatakan semuanya.  Dia terkejut akan apa yang kusampaikan,  seakan tidak percaya dengan semuanya.  Lalu ku tanyakan apa ada yang salah dengan perkataan ku itu?  Ku sambung dengan bahwa aku memang sudah dari dulu menyimpan rasa ini.  Diapun malah tambah kaget,  dan ternyata dia sangat menyesali akan langkah yang ku ambil saat itu.  Ternyata dia juga menunggu aku untuk menyampaikan hal ini namun itu tidak terjadi hingga akhirnya dia memutuskan untuk menerima sahabatku itu. 
Dan dari jawabannya itu aku bisa menarik kesimpulan bahwa dia juga punya perasaan yang sama terhadapku. 
Saat itu aku merasa sangat bahagia seakan diriku lah pemilik dunia ini. 
Hari-hari ku lewati bersamanya,  kami begitu bahagia.  Banyak orang yang mendukung hubungan kami,  karena gaya pacaran kami beda yang lainnya.  Kami sering berbagi pengalaman,  pengetahuan dan lainnya.  Sehingga dia mendapat nilai yang bagus dan begitupun denganku. 
Bahkan guru-guru pun turut mensupport hubungan kami. 
Akan tetapi ada satu orang yang tidak setuju dengan hubungan kami,  dia adalah kakak dari pacarku yang juga merupakan teman baikku. 
Namun dengan halangan itu tidak menjadikan hubungan kami hancur atau putus.  Kami masih seperti biasanya,  dia tetap memutuskan untuk bertahan denganku. 
Hingga suatu saat aku kaget dengan apa yang ia sampaikan. Aku tak menyangka bahwa kalimat itu akan keluar dari mulut nya.  Dia meminta untuk mengakhiri hubungan ini dengan alasan bahwa dia ingin hijrah ke jalan Allah. 
Seketika aku hancur,  aku belum siap untuk hal ini namun aku juga tidak bisa menghalangi jalanNya yang sudah begitu mulia.  Aku bingung harus bagaimana.  Dan diapun meninggalkan ku saat itu. 
Sementara ujianku semakin dekat.  Aku takut ini akan berimbas pada nilaku. Namun menjelang menghadapi ujian banyak teman-teman yang berusaha untuk menghibur diriku karena mungkin mereka tahu apa yang kurasakan. 
Dan alhamdulillah aku lulus dengan nilai yang memuaskan. 
Setelah lulus aku memutuskan untuk kuliah. 
Awal kuliah aku sempat berpikir harus mencari orang yang bisa menggantikan posisinya dalam pikiran ku agar aku tidak terus menerus terjebak dalam perasaan ini. 
Sudah kucoba berulang kali namun gagal. 
Masih saja bayang-bayang nya selalu muncul. 
Hingga suatu saat aku dipertemukan dengan seorang perempuan yang kupandang seakan dialah yang tepat untuk menggantikan posisi mantan pacarku. Dia adalah mahasiswa baru yang merupakan juniorku.  Namun saat itu belum memutuskan untuk mendekati nya karena memang aku masih harus fokus mempersiapkan kegiatan. Bahkan aku sempat memutuskan bahwa aku tidak akan mendekati siapapun sebelum kegiatan berakhir agar tidak ada paradigma bahwa aku memanfaatkan Momentum ini. 
Beberapa bulan kemudian dia ikut bergabung dalam organisasi yang ku geluti yaitu HIMAGRI.  saat itu dia menjadi partner kerjaku.  Banyak momen yang kulewati bersamanya. Tapi aku tetap memposisikan diri sebagai seniornya. Aku belum memperlihatkan bahwa aku berniat untuk mendekatinya lebih dalam lagi.  Bahkan sempat aku seakan menjodohkan dia dengan senior ku.  Tapi memang dia tidak mau bahkan dia mengatakan bahwa tidak akan mendekati hal-hal seperti itu.  Seketika aku merasa bahwa jalanku semakin tertutup.  Aku bingung mau melanjutkan atau tidak.  Sehingga ku putuskan untuk tetap berteman seperti biasanya. 
Aku sering sharing dengannya perkara kuliah ataupun organisasi,  baik itu secara tatap muka tau melalui Chat. Tapi ku merasa lebih nyaman komunikasi lewat chat dengannya.  
Dia orangnya asik selalu membuat ku tersebut bahagia. 
Hingga suatu ketika aku memutuskan untuk mengatakan semua padanya.  Awalnya dia terkejut selayaknya perempuan pada umumnya dan bahkan dia memberikan Jawaban yang seperti sebelumnya bahwa dia tidak mau untuk pacaran.  Ku pikir itu adalah jawab terakhir darinya dan ternyata dia juga mempunyai perasaan yang sama denganku.  
Saat itu masa bahagiaku kembali lagi aku merasa seperti melayang di angkasa. Akhirnya aku bisa memenatkan hati si Gadis kecil yang gemar minum susu kotak. 
Aku sangat bersemangat menjalani hari hari ku meskipun banyak beban yang ku tanggu,  ku rasa itu tidak sebanding dengan rasa bahagia yang lebih jauh besarnya. 
Sosok dirinya yang tak mudah disampaikan dengan kata-kata membuatku hanya bisa mengatakan bahwa kurasa dia adalah perempuan terbaik kedua setelah ibuku. 
Ku begitu tulus mencintainya bahkan mantan pacarku yang meninggalkan ku dan menyisakan luka dalam diriku seakan tak pernah terlintas sedikitpun dalam pikiranku. 
Si gadis kecil ini seakan menghipnotis diriku untuk melupakan segalanya. Membuatku mencurahkan kasih sayangku hanya untuknya. Berbagai momen ku lewati bersamanya,  seakan kenangan indahnya takkan ternilai meskipun dibandingkan dengan dunia dan seisinya. 
Ku merasa orang paling beruntung di dunia. 
Terlalu banyak perjuangan yang ia berikan padaku. Sehingga membuat ku tak ingin lepas darinya. 
Namun,  satu hari yang tak ku inginkan tiba,  tepatnya 12 april 2019 rapat konsolidasi asmaraoun terjadi. 
Dan disitu lah lahir keputusan bahwa kami harus mengakhiri hubungan ini dengan berbagai pertimbangan yang tak bisa di ungkapkan lewat tulisan ini. 
Yang pada intinya rasa yang ku miliki akan selalu sama untuknya. 
Dia mengajarkanku arti ketulusan yang sebenarnya. 
Sampai detik ini sebenarnya diri ini sulit untuk mengikhlaskan segalanya.
Tapi kembali lagi bahwa hal yang kuinginkan adalah bahagianya.
Meskipun berat untukku.
Paling ada hal yang ku ketahui darinya bahwa perasaannya masih sama.
Ku hanya bisa yakin jika dia memang jodohku makan pasti akan dipertemukan diwaktu yang tepat.
Tapi jika dia berjodoh dengan orang lain ku hanya bisa berpesan bahwa jangan sekali-kali membuatnya bersedih sebab kau akan sedih selamanya.

Pesan untuk gadis kecilku:
"Semoga kau akan bahagia selamanya ☺



Komentar

Posting Komentar